You are here: Home > Hot News > WAMI, Bisa Menarik Royalti dari Luar Negeri

WAMI, Bisa Menarik Royalti dari Luar Negeri

lisensi lagu karaoke

Para pencipta lagu dan penerbit musik Indonesia yang bernaung di bawah Wahana Musik Indonesia (WAMI) kini dapat menagih hak karya cipta bila lagunya diputar di luar negeri untuk kebutuhan komersial. Karena Wahana Musik Indonesia (WAMI) telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan beberapa anggota International Confederation of Societies if Authors and Composers (CISAC) dari berbagai negara di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Beberapa anggota CISAC yang bekerja sama dengan WAMI adalah Australia (APRA), Inggris (PRS), Malaysia (MACP), Hong Kong (CASH), Korea Selatan (KOMCA), dan Taiwan(MUST). WAMI adalah lembaga manajemen kolektif yang diberi kuasa oleh pencipta lagu dan penerbit musik sebagai pemilik dan pemegang hak karya cipta lagu. WAMI mengumpulkan royalti performing rights dari karya cipta lagu yang diputar untuk kepentingan komersial seperti televisi, tempat karaoke, pusat perbelanjaan, dan ringback tone.

Dengan penandatanganan itu, kini WAMI dapat mengumpulkan royalti atas karya cipta lagu internasional dari pengguna Indonesia. Para lembaga manajemen kolektif di beragam negara juga punya hak mewakili WAMI untuk menarik royalti lagu anggota WAMI yang diputar di negara tersebut.

Sebelumnya, WAMI hanya menarik royalti atas karya cipta lagu di dalam negeri. Royalti yang sudah dikumpulkan WAMI akan disalurkan pada para komposer dan penerbit musik yang tergabung dalam WAMI. Lembaga ini berdiri sejak 15 September 2006 itu didirikan oleh beberapa penerbit musik, yaitu Musica Publishing, Aquarius Pustaka Musik, Trinity Optima Publishing, Jawara Pustaka Musik, Nadaku Publishing, Penerbit Musik Pertiwi, Mitra Kreasi Prima (Sony), Arka Music Publishing, dan Suara Publisindo (Universal).

WAMI adalah anggota International Confederation of Societies of Authors and Composers (CISAC) ke 269 sejak 7 Juni 2012. CISAC adalah badan dunia tempat lembaga manajemen kolektif bernaung.

“WAMI merasa perlu diakui internasional, makanya bergabung dengan CISAC. Sekaligus jadi wahana meningkatkan pendapatan pencipta lagu Indonesia,” kata Edy Haryatno, direktur WAMI. Untuk memastikan agar tugas WAMI berjalan lancar dan transparan, Edy mengemukakan bahwa WAMI dikontrol oleh perwakilan dari komposer dan penerbit musik yang menjadi Board of Directors (BOD), beberapa diantaranya adalah Melly Goeslaw, Giring Nidji, dan Makki Omar Parikesit.

Sumber : audiopro

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply